Caleg PAN terkena tipu penggandaan uang

Foto: wartablora.com

Kepolisian sektor Cepu menggelar rekonstruksi penipuan penggandaan uang yang menimpa seorang calon legislatif dari PAN, Jumat (15/2/2019).

Jumat, 15 Februari 2019 14:37 WIB

BLORA (wartablora.com)—Polisi menggelar rekonstruksi perkara penipuan penggandaan uang yang menimpa seorang calon legislatif dari Partai Amanat Nasional (PAN), Jumat (15/2/2019). Rekonstruksi digelar di rumah calon legislatif tersebut di Kampung Wonorejo, Kelurahan Cepu, Kecamatan Cepu.

"Ya benar tadi pagi kami menggelar rekonstruksi perkara tersebut," kata Kapolsek Cepu, AKP Slamet kepada wartablora.com melalui sambungan telepon.

Penipuan penggandaan uang ini menimpa Sulikin, caleg PAN di daerah pemilihan 2, yang memiliki lapangan futsal di lorong 7, RT. 8/RW. 13 Kampung Wonorejo, Kelurahan Cepu. Penipunya 2 orang, berasal dari Kabupaten Subang, Jawa Barat.

Dari laporan yang diterima wartablora.com yang telah dikonfirmasi Kapolsek Cepu menyebutkan jika kerugian yang diderita Sulikin sejumlah Rp13 juta.

Kejadian penipuan ini bermula dari Suwaji, warga Gang 7 Kelurahan Cepu, yang bertamu ke rumahnya. Suwaji bercerita jika ia punya kenalan, yang kenalan tersebut memiliki kenalan seorang ustadz sakti. Ustadz tersebut dapat mendatangkan uang gaib.

Bodohnya Sulikin, tiba-tiba saja ia tergiur kisah Suwaji. Sulikin meminta Suwaji memanggil kenalannya itu. Datanglah Jiarno, yang ternyata berasal dari Kabupaten Ciamis, Jawa Barat. Jiarno dengan semangat bercerita jika ustadz yang ia kenal tersebut dapat mendatangkan uang gaib. Jika Sulikin mau, Jiarno akan menelepon ustadz yang ia kenal itu untuk datang ke Cepu. Syaratnya ada biayannya, termasuk akomodasi dan transportasi.

Bodohnya lagi, Sulikin pun transfer sejumlah uang ke ustadz yang ia tidak tahu rupa dan bentuknya itu. Beberapa hari kemudian, tepatnya Jumat sepekan lalu (8/2/2019) sore hari, ustadz bernama Yusuf yang ditemani seorang lagi datang ke rumahnya diantarkan Jiarno.

Untuk menyakinkan Sulikin, ritual pun digelar di kamar ganti lapangan futsal. Ritual dilakukan dengan cara sejumlah uang ratusan ribu ditempatkan di atas kardus, lalu ditutup kain sarung. Seolah merapal doa, Yusuf lalu meminta waktu agar sarung dibuka pada keesokan harinya. Kamar pun dikunci.

Keesokan harinya, Sulikin yang berharap ada uang di kardus bergegas membuka pintu kamar ganti tersebut, dan melongok isi kardus. Tapi ternyata, kosong.

Sadar terkena tipu, Sulikin geram. Ia tak tahu harus bagaimana. Untungnya, 2 hari berikutnya, Senin (11/2/2019), ustadz bersama temannya tersebut datang ke rumahnya. Kesempatan Sulikin untuk melaporkannya ke Polsek Cepu. Dua orang tersebut pun dicokok polisi.

"Kita masih lakukan pemeriksaan, punya waktu 20 hari menahan mereka untuk pemberkasan berita acara sebelum dilimpahkan ke kejaksaan," kata Kapolsek Cepu. (*)