Bersyukur, PKL Taman Lampu Cepu mendapat ijin Bupati Blora

Foto: Courtesy Humas Pemkab Blora

Pengurus paguyuban taman 1000 lampu Cepu menyampaikan uneg-uneg mereka saat beraudiensi dengan Bupati Blora Djoko Nugroho di ruang rapat Bupati, Kamis (14/3/2019).

Kamis, 14 Maret 2019 14:27 WIB

BLORA (wartacepu)—Perjuangan panjang ratusan pedagang kaki lima di kawasan Taman Seribu Lampu Cepu untuk mendapatkan ijin berjualan di kawasan tersebut membuahkan hasil. Bupati Blora Djoko Nugroho merestui lebih 140 pedagang untuk tetap berjualan di kawasan tersebut. Sebelumnya, ratusan pedagang ini khawatir mereka akan direlokasi dari tempat berjualannya sekarang karena adanya revitalisasi taman tersebut.

"Syukur alhamdulillah, Bupati telah memberikan ijin untuk kami tetap menempati taman seribu lampu sebagai lokasi berjualan," kata Ketua Paguyuban PKL Taman 1000 Lampu Cepu, Edy Sumaryanto usai audiensi dengan Bupati Blora Djoko Nugroho, Kamis (14/3/2019).

Upaya audiensi dengan Bupati ini telah lama dilakukan para pedagang sejak Agutus 2018 silam. Karena kesulitan meminta audiensi dengan Bupati, para pedagang melalui paguyuban akhirnya memilih jalur audiensi dengan DPRD Kabupaten Blora. Sayangnya audiensi dengan DPRD tidak menghapus kekhawatiran mereka lantaran keputusan dan wewenang sepenuhnya ada di Pemerintahan Kabupaten Blora.

"Kami telah lama memperjuangkan ini, setengah tahun lebih, dan di bulan ketujuh sejak kami mendengar kabar akan direlokasi baru diterima audiensi dengan Bupati. Kami senang, Bupati mengijinkan kami untuk tetap bisa menempatinya," kata Edy.

Selanjutnya, kata Edy, paguyubannya akan mendata lebih 140-an pedagang yang terhimpun untuk dimintakan surat ijin ke pemerintah melalui Dinas perdagangan, koperasi, dan UKM Kabupaten Blora.

"Ini nantinya akan menjadi dasar legalitas kami berjualan di kawasan tersebut," kata Edy.

Sebelumnya, Pemerintah Kabupaten Blora telah melakukan revitalisasi taman di lokasi taman 6, dan sebagian di lokasi taman 5. Pedagang yang dulunya berjualan di lokasi taman 6 pun tergusur dan memilih berjualan di sepanjang trotoar.

"Tadi di audiensi, kami baru tahu jika taman 5 dan 6 akan digunakan sebagai taman tematik. Sehingga nantinya kami akan menempati taman 1 hingga taman 4. Pedagang yang dulunya dari taman 6 akan ditampung di taman 1 hingga 4," terang Edy.

Pemerintah Kabupaten Blora dikatakan Bupati Djoko Nugroho sejak tahun lalu melakukan penataan ulang taman tersebut. Penataan meliputi pembangunan jembatan tematik, pelebaran jalan, penataan pohon, penataan kelistrikan, dan pembuatan shelter PKL.

“Nanti para PKL akan tetap berjualan di taman, di shelter-shelter yang sudah disediakan. Jangan di luarnya. Jadi rencana semula yang akan membangun shelter PKL di depan SD Internasional itu saya batalkan," tandas Bupati saat audiensi tersebut.

Siap menata diri

Kepercayaan Pemerintah Kabupaten Blora yang memberikan ijin berjualan di Taman 1000 Lampu Cepu oleh pedagang akan disambut dengan kesiapan mereka menata diri untuk merawat dan menjaga kebersihan, keindahan, dan kenyamanan taman. Hal ini dinyatakan Edy sebagai ketua paguyuban.

"Sebagai wujud syukur, kami siap untuk menjaga kebersihan, keindahan, dan kenyamanan taman sebagai area publik. Kepada pemerintah kabupaten, kami menjamin perawatan itu," ujarnya.

Saat ini paguyuban telah menghimpun sedikitnya 140-an pedagang yang selama ini berjualan di kawasan tersebut. Secara rutin paguyuban pun melakukan pembinaan ke anggota-anggotanya untuk melakukan penataan diri agar kawasan bisa terawat dengan baik.

"Tadi Pak Bupati juga menanyakan kesiapan kami untuk merawat fasilitas pertamanan yang akan diberikan pemerintah. Dan kami menyatakan siap menjaga kebersihannya, merawat keindahannya, dan mempertahankan kenyamanannya bagi warga Kota Cepu yang menggunakan taman tersebut sebagai kawasan publik," imbuhnya. (*)