Di Balun Cepu, Satu Rumah Ludes Terbakar

Rumah yang dihuni Danang, di RT. 3/RW. 11 Balun Sawahan, Kelurahan Balun, Kecamatan Cepu ini terbakar pada Rabu siang, 29 November 2017.

Rabu, 29 November 2017 15:18 WIB

CEPU (wartablora.com)—Musibah dialami Danang, warga di RT. 3/RW. 11 Balun Sawahan, Kelurahan Balun, Kecamatan Cepu. Rabu siang, 29 November 2017, rumah yang dia tinggali terbakar. Surat-surat berharga dan perhiasan turut ludes tak tersisa. Tak ada korban jiwa dalam peristiwa kebakaran ini. Namun kerugian ditaksir ratusan juta rupiah.

Menurut Agung (32), warga sekitar, peristiwa terjadi sekitar pukul 11.30.

"Saat itu terlihat asap hitam dari ruang tengah," katanya pada wartawan.

Spontan warga berupaya memadamkan api, dan mencoba menyelematkan barang-barang. Sayangnya, warga tak bisa masuk ke dalam rumah.

"Kami sudah mencoba mendobrak pintu, karena memang kondisi pintu terkunci dan tidak ada penghuninya," ujar Agung.

Upaya warga untuk menyelamatkan barang-barang berharga di dalam rumah tak membuahkan hasil. Apalagi api dengan cepat membesar lantaran bukan rumah tembok. Warga pun mengurungkan niat untuk masuk ke dalam rumah. Sementara mobil pemadam kebakaran hingga lebih dari setengah jam belum juga tiba. Sekalipun telah tiba, mobil sulit menjangkau rumah yang terbakar itu.

Dalam hitungan puluhan menit, rumah berbahan kayu itu pun berangsur ludes terbakar.

 "Api dengan cepat membesar, saat mau masuk, didalam rumah tampak gelap," kata dia.

Kurang dari satu jam, rumah keseluruhan sudah terbakar. Hingga pukul 12.10, pemadam kebakaran belum bisa mencapai titik lokasi kebakaran. Mobil tidak bisa masuk lingkungan dikarenakan gapura dan jalan sempit.

"Gapura terlalu kecil, kendaraan pemadam tidak bisa masuk," tambah Pardi, warga lainnya.

Diketahui, rumah tersebut milik almarhum Roso, yang saat ini ditempati anaknya-anaknya.

"Yang menempati saat ini pak Danang," kata Pardi.

Tampak dari petugas kepolisian mengamankan lokasi dibantu Satpol PP serta relawan lain. Petugas pemadam kebakaran juga tampak sibuk memadamkan api dengan menarik selang pemadam dari ujung gapura pintu masuk hingga titik kebakaran.

Danang, penghuni rumah mengaku, saat peristiwa kebakaran dirinya tidak berada di rumah.

"Tahunya saya diberitahu tetangga. Saat itu saya bersama istri sedang berada di Sidodadi, rumah nenek," katanya.

Menurut dia, banyak surat berharga dan barang berharga lainnya ikut ludes terbakar.

"Surat-surat dan perhiasan juga terkabakar," terangnya.

Jika ditaksir, kata dia, kerugian mencapai ratusan juta rupiah.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak otoritas berwenang terkait penyebab kebakaran tersebut. (*)